Senin, 16 Februari 2009

Don't be late

Dear Firda, ini adalah ketiga kalinya kamu terlambat ke sekolah. Rumah kita memang dekat sekali dengan lokasi sekolah - hanya 10 menit jalan kaki, sehingga kamu lebih senang untuk bersantai-santai dipagi hari, setelah shalat subuh, menikmati sarapanmu, nonton TV sejenak dan kemudian mandi giliran terakhir setelah adikmu dan mama... Kamu keliatan tergesa-gesa setelah harus menggunakan kerudung dan melirik jam dinding di ruang keluarga. Namun tetap saja beberapa kali mundar-mandir mengambil sesuatu yang tertinggal sebelum akhirnya ke sekolah... Dan tentu saja hari ini menjadi terlambat karena urusan air buat mandi yang tiba-tiba tidak keluar dengan kencang... Mama menerima telponmu ketika di jalan, ibu Irma, guru piket meminta mama ke sekolah, sesuatu yang mustahil dilakukan mengingat mama sdh diperjalanan di tol yang tidak mungkin belok atau keluar sembarangan kalo tidak terkena macet... Dengan harapan gurumu memahami, mama jelaskan alasan keterlambatan kamu. Tentu saja karena bu guru bersuara agak tinggi, mama tidak kalah tinggi menimpali suara tersebut, seperti dua ekor kucing... Mungkin papa-mu tidak setuju dengan cara mama, karena papa adalah orang yang berprinsip menyelesaikan masalah dengan win-win solution... Tapi, untuk kali ini mama tidak memperhatikan raut muka papa, yang penting adalah alasan kamu terlambat ke sekolah bisa diterima... Dan alhamdulillah alasan tersebut dapat diterima, namun sayang sekali tetap saja kamu dimasukkan ruangan terpisah bersama teman2 mu yang terlambat dan baru akan dibebaskan dari ruang terpisah apabila orang tua telpon kepala sekolah... Wah, sayang sekali ya bu Irma tidak memberikan nomor telpon kepala sekolah... Untunglah kamu menyikapinya dengan positif. Itu yang mama harapkan, disetiap kesempatan, sikapilah segala masalah dengan sikap positif agar kita tidak merasa rugi..
Pesan mama, kamu harus mengubah kebiasaanmu berangkat dari rumah lebih awal agar tidak terlambat lagi... Insyaallah semua akan lancar disamping itu, kamu akan dapat banyak teman dan banyak rejeki dengan datang lebih awal... Kita mulai besok ya... Sun sayang, mama

Selasa, 13 Januari 2009

I love you

Rifa sayang, kemarin pagi cuaca mendung terus, hujan mengguyur rumah kita cukup besar dan bunyi petir bersahutan sehingga membangunkanmu pagi ini. Biasanya kamu masih tidur ketika mama siap-siap mau kekantor. Kamu minta sebotol susu dingin kesukaanmu meskipun pagi ini udara begitu dingin, tetapi susu dingin adalah favoritmu dan dengan cepat kau meminumnya setelah mbak sodorkan botolnya. Disela-sela minum, mama masih sempat menyapamu. "mama mau kemana?" tanyamu ketika melihat mama sdh dandan rapi hendak kekantor. Seperti biasanya, kamu pagi ini tidak merelakan mama ke kantor. "mama jangan kekantor, jagain adik aja" begitu pintamu. Maafkan mama ya Rifa, mama tidak jujur menjawab dan hanya berucap "tidak, mama di rumah saja kok". Cepat2 baju kantor yang sdh kupakai kututupi baju kimono yang biasa dipake di rumah. Aku menyempatkan bercanda dan mengajaknya ngobrol. Sayang, waktu demikian cepat bergulir dan mama harus segera berangkat ke kantor, terpaksa mama alihkan perhatianmu ke tayangan playhouse disney, dan memang ampuh karena acara itu adalah salah satu acara favoritmu. Diam-diam, mama menyelinap pergi ke kantor. Maaf ya dik, mama tidak pamit karena kuatir adik nangis... Diantara derasnya hujan yang mengguyur, mobil bergerak sangat pelan, sepanjang jalan aku berdoa," Ya Allah, selamatkan perjalanan ini dan berkahi perjalanan ini agar aku bisa kembali kepada anakku sore ini. Aku mohon jaga dan selamatkan juga anak-anakku di rumah dan disekolah dan dimanapun mereka berada, Amin"
Lepas magrib yang kelabu, mama pulang, jalanan macet, butuh waktu 1.5 jam untuk sampai ke rumah. Sayang, cuaca hujan membuat lalulintas macet sehingga perjalanan lebih panjang dari biasanya. Melalui hp mama call ke rumah, adik menerima telpon mama. Ucapan yang keluar dari suara merdu diseberang ujung telpon adalah suaramu yang dengan jernih mengatakan "Aku sayang mama.." Rasa terharu berbaur jadi satu, maafkan mama yang hanya sempat menemanimu dipagi hari saat mama tergesa-gesa berangkat ke kantor dan malam hari sisa waktu mama setelah beraktifitas di kantor. Mama janji, setiap detik dan setiap waktu yang terlewati bersamamu adalah sepenuhnya kucurahkan untuk mendengarkan cerita dan celotehmu... I love you.